Header Ads

ad

Teknik Membobol Suatu Ciphertext

Sebelumnya kita telah membahas tentang Prinsip dan Proses dalam Enkripsi Kriptografi dan Prinsip Kerckhoff dalam Masalah Enkripsi, sekarang kita akan membahas tentang beberapa teknik dalam membobol suatu ciphertext.

Berikut ini Teknik Membobol Suatu Ciphertext yang kami terjemahkan dari buku lntroduction to Modern Cryptography oleh Jonathan Kalz dan Yehuda Lindell:

• Ciphertext-only attack: Ini adalah jenis serangan dasar dan mengacu pada skenario di mana lawan hanya mengamati ciphertext (atau beberapa ciphertext) dan mencoba untuk menentukan plaintext yang mendasari ciphertext yang dibuat.
• Known-plaintext attack: Di sini, musuh mempelajari lebih banyak plainteks / cipherteks yang dienkripsi di bawah kunci yang sama. Tujuan dari musuh adalah untuk menentukan plaintext yang dienkripsi dalam beberapa ciphertext lainnya (karena ia tidak mengetahui plainteks yang bersangkutan).
• Chosen-plaintext attack: Dalam serangan ini, musuh memiliki kemampuan untuk mendapatkan enkripsi plaintext pilihannya. Ini kemudian mencoba untuk menentukan plaintext yang dienkripsi di beberapa ciphertext lainnya.
• Chosen-ciphertext attack: Jenis serangan yang terakhir adalah di mana musuh diberi kemampuan untuk mendapatkan dekripsi cipherteks pilihannya. Tujuannya, adalah untuk menentukan plaintext yang dienkripsi dalam beberapa cipherteks lainnya (yang dekripsinya tidak dapat diperoleh secara langsung).

Adapun menurut Sentot Kromodimoeljo dalam bukunya Teori dan Aplikasi Kriptografi, teknik membobol suatu teknik kriptografi klasik ada 3, yaitu:
1. Known Plaintext Attack
2. Analisa Statistik
3. Brute Force Search

Teknik enkripsi klasik yang baik adalah yang tidak bisa dibobol dengan Known Plaintext Attack dan Analisa Statistik, sehingga pencarian kunci harus dilakukan dengan teknik Brute Force Search.

Tidak ada komentar