Header Ads

ad

Kriptografi Klasik dan Modern

Jauh sebelumnya kami sudah membahas mengenai Apa Itu Kriptografi, kali ini kami akan membahas Kriptografi Klasik dan Modern. Pada dasarnya, baik kriptografi klasik maupun modern sama-sama menggunakan ilmu matematika dalam proses enkripsi dan dekripsi, hanya saja ilmu matematika yang digunakan pada kriptografi modern lebih rumit dari pada kriptografi klasik. Contoh riptografi klasik seperti Caesar Cipher, hanya menggunakan konsep substitusi sederhana pada proses enkripsinya, sedangkan pada enkripsi kriptografi modern, seperti RSA memanfaat keunikan bilangan prima dalam proses enkripsinya. Adapula yang memakai konsep Ring, Polinom, dll.
Kriptografi
Banyak diantara kriptografi klasik yang sudah tidak digunakan lagi, alasannya tentu masalah keamanan. Semakin banyak kunci enkripsi yang mungkin dari suatu enkripsi, maka semakin sulit suatu teknik enkripsi untuk dibobol. Contoh enkripsi kriptografi klasik yang sangat mudah dibobol adalah Caesar Cipher, sebab hanya memiliki kunci yang mungkin sebanyak 26 buah saja (termasuk kunci 0/tanpa pergeseran). Sehingga banyak peniliti yang tertarik untuk meingkatkan keamanan kriptografi klasik seperti Caesar Cipher ini.

Dari segi penggunaan kunci, kriptografi klasik masih menggunakan kunci simetris dalam proses enkripsinya, sedang kriptografi modern sudah banyak menggunakan kunci asimetris. Kunci simetris adalah dimana kunci untuk enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang sama, sedang kunci asimetris adalah dimana kunci untuk enkripsi dan dekripsi menggunakan kunci yang berbeda.

Dari segi perkembangan, kriptografi modern terus mengalami perkembangan beriringan dengan berkembangnya ilmu matematika. Sedangkan kriptografi klasik, berkembang dengan penggabungan-penggabungan dengan teknik enkripsi lain yang saat ini banyak dilakukan oleh peniliti.

Tidak ada komentar